30 Cara Mengatasi Konstipasi (Gejala, Penyebab & Pencegahannya)

Konstipasi atau nan lebih dikenal dengan “susah buang air besar”, gak jarang membuat penderitanya saat sudah kebelet buang air besar (BAB) membuatnya sampai lari-lari ke toilet...

...akan tetapi saat sudah sampai ke toilet, teryata gak keluar, sehingga permasalahan konstipasi ini dapat menjadi sesuau nan serius, sebab sangat mengganggu kegiatan sehar-hari.

Konstipasi menjadi sebuah kondisi sulit BAB, dapat juga gak mampu benar-benar tuntas tuk menyelesaikan BAB, nan terburuk gak dapat sama sekali tuk BAB.

Mengatasi Konstipasi (Gejala, Penyebab & Pencegahannya)

Umumnya (walaupun gak pasti), seseorang dapat dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar hanya tiga kali dalam seminggu.

Penyakit konstipasi dapat berbeda-beda tingkat keparahan. Ada orang nan hanya mengalaminya dalam waktu singkat, hingga ada nan dalam jangka panjang (kronis).

Konstipasi tingkat kronis ini umumnya menimbulkan rasa sakit dan juga peneritanya menjadi gak nyaman dalam menjalani berbagai kegiatan sehari-hari.

Penyebab konstipasi
Penyakit konstipasi dua kali lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Lansia juga termasuk kelompok orang nan rentan mengalami konstipasi.

Konstipasi terjadi sebab pergerakan tinja pada usus nan gak lancar, atau pergerakannya lambat, nan membuat tinja menjadi cenderung keras dan kering. Salah satu pemicu penyakit ini sebab kurang melakukan olah raga atau aktivitas fisik...

...selain itu, kondisi dapat lebih buruk apabila dipicu kebiasaan kurang minum, kurang konsumsi serat. Makanan berserat itu dapat diperileh dari sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Cairan (terutama air putih) sangat diutuhkan oleh tubuh, sebab jikga tubuh kekurangan cairan, dapat menyebabkan tinja menjadi keras, nan membuat tinja sulit tuk dikeluarkan.

Perubahan pola makan nan ekstrim juga dapat menyebab konstipasi. Lalu kebiasaan mengabaikan keinginan tuk BAB, menimbulkan masalah nan gak dapat dipandang remeh, nan membuat masalah ketika berada di tolilet.


Kemudian, penggunaan efek samping obat-obatan juga sangat mempengaruhi kondisi pencernaan, masalah kejiwaan, stres, depresi, rasa cemas dan banyak pikiran juga dapat semakin memperburuk masalah konstipasi.

Penggunaan obat-obatan pereda nyeri dan antidepresan dapat meningkatkan risiko konstipasi. Menurut penelitian, Banyak orang terkena masalah BAB disebabkan penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang. Konstipasi juga terkait pada antidepresan golongan serotonin reuptake inhibitir (SSRI).

Konsumsi cokelat juga dapat memicu konstipasi, tuk itu batasi konsumsi cokelat, jangan mengkonsumsinya berlebihan. Penyebab lainnya sebab teralu banyak konsumsi daging, nan mengabaikan konsumsi makanan berserat. Konsumsi makanan berlemak seperti daging dan keju dapat melambatkan proses pencernaan.

Diabetes nan gak dikendalikan dapat menyebabkan kerusakan saraf, nan dapat berpengaruh pada proses pencernaan makanan, nan menjadi terhambat, sehingga mengakibatkan konstipasi.

Gejala konstipasi:
  1. Kesulitan buang air besar, tinja gak mau keluar
  2. Fekuensi BAB nan lebih jarang dari biasanya
  3. Proses buang air besar terasa gak tuntas
  4. Muncul rasa sakit atau kram di perut, terutama perut bagian bawah
  5. Tinja terlihat kering, keras, atau bergumpal
  6. Terasa ada nan mengganjal pada rektum
  7. Perut rasanya kembung
  8. Mengalami rasa mual, bahkan muntah
  9. Nafsu makan nan menurun mendadak
  10. Merasa ada sesuatu nan menyumbat
  11. BAB berdarah
  12. Merasa sakit saat buang air besar
  13. Penderita konstipasi sering mengalami krisis kepercayaan diri
  14. Mudah emosi
  15. Merasa lebih cepat lapar, tetapi ketika makan akan cepat merasa kennan, hal ini sebab ruang di dalam perut berkurang akibat penumpukan feses. Kondisi seperti juga dapat dialami oleh wanita hamil.
  16. Kurang bersemangat dalam mengerjakan berbagai aktivitas sehari-hari (biasanya semangat).

loading...

Mengatasi konstipasi:
  1. Mulailah rajin minum air putih. Air berfungsi tuk menjaga sistem pencernaan. Anjuran minum air putih ini, terutama bagi nan mengalami konstipasi, sehingga jangan sampai lupa tuk minum air putih nan banyak, hal ini tuk meringankan pergerakan usus. 
  2. Makan makanan mengandung serat tinggi. Biji-bijian, Buah dan sayuran menjadi makanan nan kaya serat. Serat berfungsi tuk menjaga pergerakan usus halus, sehingga pencernaan tetap lancar. Serat juga membuat feses menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah dalam melewati usus. tuk itu, konsumsi buah dan sayuran segar setiap hari, terutama buah pepaya.
  3. Jangan melewatkan makan. Makan secara teratur bermanfaat supaya mencegah makanan nan terlalu banyak atau sebaliknya, sebab makan nan gak teratur akan mengganggu gerakan normal usus.
  4. Disarankan konsumsi makanan nan bergizi dalam porsi kecil dan lebih sering. Konsumsi kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran berdaun hijau, dan semacamnya. Konsumsi makanan-makanan seperti itu dalam proporsi nan seimbang.
  5. Duduk diam setelah makanan akan menghambat pencernaan makanan. tuk itu, cobalah tuk bergerak aktif sekali waktu setelah beberapa saat makan (tetapi jangan lari-lari), tuk menghindarkan konstipasi.
  6. Hindari terlalu lama menahan BAB, sebab menyebabkan makanan nan gak tercerna menempel pada lapisan usus, sehingga mengakibatkan konstipasi. Masalah lainnya yaitu tinja akan cenderung keras, sehingga menyulitkan saat mau dibuang.
  7. Hindari mengejan terlalu kuat, sebab dapat merusak lapisan anus, nan dapat menimbulkan perdarahan, hingga dapat menyebabkan lecet.
  8. Latih-lah perut kamu. Biasakan tuk memiliki jam tetap tuk BAB. Seperti pagi-pagi, setelah tidur, setelah sarapan dll, hal ini berdampak baik pada BAB nan dilakukan dalam sehari-harinya.
  9. Hindari fast food maupun junk food, seperti keripik, kentang goreng, gorengan, sosis, burger, donat, kue-kue super lezat (dengan banyak cokelat dan tambahan lainnya), dsb. Makanan seperti itu cukup sulit tuk dicerna usus.
  10. Konsumsi makanan mengandung kunyit, atau buat ramuan dengan bahan kunyit. Hal itu sebab kunyit memiliki senyawa kurkumin nan berfungsi tuk melapisi dinding usus, sehingga sisa makanan lebih lancar tuk didorong keluar oleh usus. 
  11. Hindari diet nan gak seimbang sebab akan memperparah kondisi konstipasi. Hindari gak mengkonumsi makanan penting seperti nan mengandung serat, protein, vitamin dsb.
  12. Usakan olah raga setiap hari (atau paling gak 3 kali dalam seminggu). Aktifitas fisik memiliki manfaat penting tuk meningkatkan kekuatan otot usus dan pergerakannya dalam peroses pencernaan makanan. 
  13. Hindari konsumsi kafein berlebihan, sebab beresiko memicu dehidrasi, nan memperburuk konstipasi.
  14. Posisi saat BAB, usahakan tuk jongkok, atau letakkan lutut kamu pada posisi lebih tinggi dari pinggul, posisi ini nan paling baik tuk melakukan BAB.


Makanan tuk mengatasi & mencegah konstipasi:
  1. Kacang-kacangan dan biji-bijian, menjadi sumber serat nan sangat baik. Kacang dan biji-bijian sering dijadikan bahan dalam sayur, diantaranya kacang merah dan kacang panjang. Selain itu ada kacang almond, kacang mente, kacang tanah/kulit, dan kacang polong, nan baik tuk dikonsumsi oleh penderita konstipasi. Jangan lupa tuk minum air nan cukup, nan membantu memperlancar aliran serat di pencernaan. Konsumsi banyak serat tanpa minum air justru memperburuk konstipasi.
  2. Ubi jalar, kandungan seratnya sangat tinggi nan berguna supaya pencernaan lancar. Selain itu terdapat kandngan beta-karotin dan vitamin A nan tinggi.
  3. Buah apel dan pir, memiliki kandungan serat nan berguna tuk memperlancar sistem pencernaan, mengobati diare (diarrhea), dan melancarkan pembuangan kotoran dari sistem penceraan. 
  4. Brokoli, menjadi sumber serat tinggi, kamu dapat menyaapabilannya dalam bentuk sayuran ataupun lalapan mentah di menu makanan. Selain itu, brokoli kaya akan kandungan vitamin C, nan bermanfaat tuk meningkatkan sistem imun hingga mencegah kanker.
  5. Aneka buah beri, jenis buah-buahan beri umumnya menjadi sumber serat, seperti stroberi, bluberi, blackberry, dan juga raspberry. Semuanya memiliki kandungan serat nan cukup tinggi, dan rendah kalori.
  6. Buah-buahan kering, membantu memperlancar sistem pencernaan sebab memiliki sumber serat nan bagus. Disarankan konsumsi kismis, kurma, buah ara, prun/prem, hingga pisang.
  7. Oat dan gandum, kedua jenis serelia menjadi sumber karbohidrat kompleks nan baik, cukup populer dijadikan menu sarapan pagi, nan dapat berbentuk bubur, sereal, bubur dan roti gandum. Memiliki nutrisi tinggi, sembrt energi, membantu menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah dan mengandung serat.

Beberapa obat tuk mengatasi konstipasi (disarankan konsumsi obat sesuai dengan resep dokter):
  1. Obat tuk pembentuk serat, berupa suplemen penambah serat, seperti zat metilselulosa, psyllium, kalsium polycarbophil dan guar gum.
  2. Obat supaya cairan pada rongga usus tercukupi, seperti magnesium sitrat, laktulosa, polietilen glikol.
  3. Obar emolien tuk melunakkan tinja, seperti emolien docusate atau minyak mineral.
  4. Obat sebagai stimulan tuk meningkatkan gerakan usus (obat pencahar), seperti senna, dapatcodyl (contohnya dulcolax), dan minyak jarak. Obat ini gak cocok tuk penggunaan jangka panjang.
  5. Obat prokinetik tuk meningkatkan kekuatan pergerakan usus, seperti misoprostol, colchicine, dan tegaserod.

Penggunaan obat hendaknya sesuai dengan petunjuk atau resep dokter. Apabila langkah penanganan awal kurang efektif, dokter biasanya menganjurkan penggunaan obat pencahar.

Perlu selalu diingat! Bahwa selama memakai obat pecahar, ini, disarankan tuk mengonsumsi banyak air putih tuk menghindari masalah dehidrasi. Obat pencahar bekerja tuk melancarkan proses BAB, ada beberapa jenis obat pencahar.

Komplikasi pada penyakit konstipasi
Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi, tetapi apabila dialami dalam jangka panjang dapat menyebabkan hemoroid atau wasir, prolaps rektum (sebagian usus nan mencuat keluar dari anus akibat mengejan), impaksi feses (menumpuknya tinja kering dan keras di rektum) dan sobeknya kulit pada anus.

Pencegahan Konstipasi:
  1. Penuhi kebutuhan konsumsi serat, jangan sampa dalam sehari semalam gak makan sayur. Disarankan juga tuk mengkonsumsi buah, dan pilihlah beras merah sebagai makanan pokok (menggantikan beras putih).
  2. Penuhi kebutuhan cairan tubuh, utamakan minum air putih, dibandingkan minuman berwarna, atau memiliki rasa manis maupun asam.
  3. Batasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh.
  4. Hindari sering konsumsi produk susu, sebab dapat memicu konstipasi pada sebagian orang.
  5. Jangan lupa rutin berolahraga, sebab gak hanya mencegah konstipasi, tetapi memberikan manfaat kesehatan tubuh secara umum.
  6. Hindari kebiasaan menahan keinginan buang air besar.

0 Response to "30 Cara Mengatasi Konstipasi (Gejala, Penyebab & Pencegahannya)"

Posting Komentar