Cara nan Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam umum terjadi pada semua orang, termasuk si Kecil. Sebagai orang tua pasti akan khawatir ketika mendapati tubuh si anak (apalgi apabila masih bayi) terasa panas.

Ketika megalami hal ini, maka ada beberapa hal awal nan dapat dilakukan, sehingga gak perlu landung tergesa-gesa ke dokter.

Demam sendiri sebenarnya sebuah gejala. Dimana ketika demam menjadi pertanda bahwa tubuh si anak sedang melawan penyakit.

Cara nan Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi

Demam dapat dikatakan menjadi bukti sistem kekebalan tubuhnya nan bekerja dengan baik. Dimana baiknya sistem kekebalan tubuh sangat penting tuk melawan serangan penyakit.

Demam juga dapat menyerang anak kecil apabila dia terlalu lama berada di bawah terik matahari panas. kamu  gak perlu khawatir berlebihan apabila anak masih terlihat aktif dan masih mau minum susu.

Adapun beberapa kondisi nan membuat orang tua perlu waspada ketika sang anak mengalami demam, dengan tanda-tanda seperti berikut:
  1. Anak terlihat sangat lesu, serta gak ada semangat saat dihibur atau diajak bermain
  2. gak nafsu makan
  3. gak responsif sebab rasa sakit nan dialaminya
  4. Muncul ruam
  5. Anak uring-uringan saat tidur
  6. Pernapasannya terganggu
  7. Terlihat tanda-tanda dehidrasi pada anak, seperti mulut kering, gak ada air mata saat menangis, dll
  8. Tubuh anak mengalami kejang

Demam gak membahayakan asalkan gak menimbulkan dehidrasi, kesadaran menurun ataupun kejang.

Demam dapat sebagai tanda pertahananan tubuh sebab adanya benda asing di dalam sistem tubuh. Anak dapat demam setelah diberikan imunisasi, kondisi ini gak memerlukan penanganan medis.

Demam juga disebabkan sebab adanya virus nan masuk ke dalam tubuh, kalau ini memerlukan antibiotika. Ketika anak demam, pertama kali orang harus mengetahui penyebab demam pada anak.

Penanganan nan berlebihan ketika anak mengalami demam, contohnya: langsung memberikan obat antibiotika, langsung melakukan cek darah, dll.

Hal ini malah dapat memberikan hal buruk dan merugikan pada anak. Sehingga masalah bukannya hilang, malah dapat muncul masalah lain.


Pengobatan demam pada anak
apabila anak mengalami demam, maka motivasi anak tuk lebih banyak minum air. Oang tua dapat menyuruh anak minum air sedikit demi sedikit.

Hal itu sebab kondisi demam membuat anak kehilangan cairan, nan beresiko anak mengalami dehidrasi. Hindari minuman nan mengandung kafein dan minuman kaleng / bersoda.

Obat-obatan penurun demam seperti parasetamol dan ibuprofen dapat diberikan kepada anak. tuk  melakukannya, penting tuk selalu ikuti petunjuk dan aturan nan benar.

Perlu diketahui, umur, tinggi dan berat badan anak akan menentukan dosis. Dengan memberikan obat pada anak diharapkan dapat membuat anak merasa lebih nyaman dan tenang.

Hindari memberikan aspirin pada anak, sebab menimbulkan efek samping sindrom / penyakit fatal nan memengaruhi otak dan hati.

#Pastikan anak istirahat nan cukup
Ketika anak sakit atau demam harus banyak-banyak tuk tidur / istirahat, hal ini pentig supaya suhu tubuh dapat reda menjadi normal.

apabila anak sakit akan tetapi dirinya terus aktif bergerak, maka hal ini kurang baik, sebab akan membuat tubuhnya sangat lelah sehingga kemampuan sistem tubuh dalam melawan penyakit menurun.

Tetapi hal ini bukan berarti anak seharian berda di tempat tidur, nan dimaksudkan dari banyak istirahat adalah porsi anak tuk tidur atau istirahat ditingkatkan dari biasanya (saat anak normal / gak sakit).

Anak seharian berada di atas tempat tidur juga bukan hal nan diharuskan, kecuali apabila kondisi sakit demam nan dialami anak sangat parah sehingga memasaksanya tuk seharian di tempat tidur.

#Mandi dengan air hangat
kamu dapat nemandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, nan bermanfaat tuk membantu meredakan demam anak.

apabila anak gak mau mandi (sebab sakit dideritanya) maka kamu dapat mengelap tubuh anak dengan handuk atau washlap basah nan hangat.

loading...

#Pijat dengan PepperMint Oil
kamu dapat memijat memakai PepperMint Oil pada dada, punggung dan bagian tubuh lainnya guna meredakan demam pada anak.

Nantinya, mentol nan ada di dalam PepperMint Oil berfungsi tuk melancarkan hidung nan tersumbat.

Orang tua dapat memijat bagian dada dan punggung anak secara perlahan.

# Motivsi anak supaya banyak minum air putih
Kondisi  demam dapat memicu resiko terjadinya dehidrasi pada anak. Orang tua hendaknya jangan sampai lupa memmerikan minum air putih pada anak. Pastikan anak minum air putih nan cukup.

Selain itu, Ada dapat memberikan anak makanan berkuah kaldu, teh herbal / teh jahe, madu, dan jus buah (jambu, pepaya, strawberry, pear, dll).

#Berikan makanan nan agak pedas dan hangat
Kalau memang anak kuar tuk makan pedas, dan dirinya joga menyukainya. Maka orang tua dapat memberikan sedikit makanan pedas kesukaannya...

...seperti sup ayam, sup buntut atau bakso, dengan menambahkan lada di dalam makanan (tetapi jangan teralu banyak).

Hal itu sebab makanan pedas dapat membuatnya anak berkeringat, serta juga dapat melancarkan peredaran darah. Hal ini sangat baik.

#Perhatikan gizi makanan anak
tuk anak, terutama saat sakit sangat penting tuk memberikan makanan sehat nan bergizi tinggi supaya daya tahan tubuhnya dapat optimal.

Pastikan makanan nan dikonsumsi anak benar-benar bergizi. kamu dapat memberikan makanan kesukaannya nan sehat, seperti kaldu sup ayam, Sup iga, bakso, dll.

Penting bagi orang tua saat anak demam, tuk menghindari memberikan makanan kurang sehat  pada anak, seperti makanan instan, junk food, minuman bersoda dan semacamnya.

#Hendaknya orang tua membuat anak senyaman mungkin
Sebuah studi nan dipublikasikan di jurnal Persatuan Dokter Anak Amerika, dari hasil studi menyarankan supaya orangtua berkonsentrasi tuk membuat anak merasa nyaman ketika demam dibandingkan sibuk memikirkan menurunkan suhu demam anak.

sebab penyebab demam dapat beragam, apabila orang tua hanya berfokus menurunkan suhu demam, maka gak memberikan hasi optimal tuk kesembuhan anak.


#Berikan obat penurun demam
Memberikan obat penurun demam pada anak tentunya sesuai dengan usianya, umumnya nan digunakan adalah parasetamol.

Parasetamol merupakan obat penurun demam nan dinilai memiliki efek samping nan rendah, sehingga penggunaan parasetamol dapat diterapkan pada bayi sekalipun.

Tetapi sangat penting tuk membaca petunjuk dokter supaya menghindari hal nan gak diinginkan seperti resiko gangguan fungsi hati (nan paling sering terjadi).

Sangat berbahaya apabila memberikan dosis nan gak tepat (dosis terlalu tinggi).

Beberapa tahun terakhir, terjadi penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen tuk mengobati demam pada anak.

Praktik seperti ini gak DIANJURKAN sebab meinumbulkan masalah yiaitu: sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian salah, dan intoksikasi obat sebab berlebihan.

Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam gak TERBUKTI  secara ilmiah memiliki efek antipiretik nan lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.

#Penanganan dokter
Bagi bayi nan mengalami demam pada usia 3 bulan kebawah, dimana suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius, maka lebih baik tuk membawanya ke dokter anak.

Terutama lagi apabila muncul kondisi lain, seperti anak demam dengan kondisi urin nan kental, kakinya terus-terusan bergerak (tanda bagi gak nyaman), maka dikhwatirkan bayi terkena infeksi saluran kemih.

Hal lainnya nan membuat orang tua perlu membawa bayi nan demam ke dokter adalah apabila panas demam gak turun-turun selama 3 hari, terjadinya mimisan ataupun bintik merah pada bayi.

Tips lainnya mengatasi demam pada anak:

#Saat anak menggigil atau kedinginan, sebaiknya anak diselimuti selimut nan hangat dan pastikan suhu rungan jangan terlalu dingin.

#Gunakan pakaian ringan (jangan pakaian terlalu tebal), serta berikan selimut pada anak. Memberikan pakaian nan terlalu banyak (atau juga terlalu tebal) justru mencegah panas tubuh keluar dari dalam tubuh, sehingga berdampak buruk pda anak.

#Hindari memberikan pada anak minuman nan mengandung kafein dan soda (seperti cola), sebab beresiko terjadinya dehidrasi pada anak.

#Pastikan kamar tidur anak pada suhu nan nyaman, yaitu gak terlalu panas dan gak terlalu dingin. Jangan berikan baju terlalu tebal pada anak, hal ini supaya panas tubuh dapat keluar maksimal.

#Usahakan tuk sering-sering memeriksa suhu tubuh anak. Orang tua dapat memakai alat termometer, jangan biasakan hanya mengandalkan rabaan tangan tuk mendeteksi suhu tubuh anak.

#Orang tua perlu selalu memastikan anak supaya gak merasa kedinginan atau kepanasan.

Mengatasi demam pada bayi
Orang tua perlu segera membawa sang bayi ke dokter apabila masih berusia di bawah 3 bulan saat demam. Bayi harus cepat ditangani dokter sebab demam pada usia tersebut berpotensi sebagai tanda kondisi serius...

...selain itu, sebab bayi usia tiga bulan ke bawah belum memiliki lapisan pelindung sel nan kaut antara aliran darah dan sistem saraf pusat.

Hal tersebut beresiko terjadinya masalah serius, berupa mikroorganisme nan menyebar dan merusak jaringan saraf.

Adapun bagi bayi di atas tiga bulan, maka bawa ke dokter apabila demamnya gak kunjung turun atau makin parah dalam waktu 24 jam sejak bayi sakit demam.

Cara mengetahui demam pada bayi
Dengan memakai alat termometer, sisarankan tuk mengukur suhu tubuh bayi melalui anus sebab bagian tersebut dinilai lebih akurat dibandingkan ketiak, mulut, dsb.

Termometer anus juga lebih mudah diaplikasikan pada bayi.

Sebelum mengukur suhu tubuhnya pada anus, maa rang tua harus memastikan termometer dalam keadaan higienis. Sehingga, sebelum digunakan harus dicuci hingga bersih.

Posisikan bayi kamu tengkurap, kemudian masukkan termometer nan telah diolesi petroleum jelly perlahan-lahan ke anus dengan kedalaman sekitar 2.5 cm.

Tahan termometer selama dua menit hingga terdengar suara notifikasi dari termometer. Setelah itu orang tua dapat menariknya perlahan, kemudian melihat hasilnya.

Suhu tubuh bayi normal berada di kisaran 36-37 derajat Celcius.

Penanganan demam pada bayi
tuk menangani demam pada bayi usia tiga bulan ke atas, beberapa penanganan awal dan sederhana yaitu:

#Mandikan bayi memakai air hangat. Penting tuk memastikan air gak terlalu panas bagi kulit bayi. Mandi air hangat bermanfaat tuk melancarkan pernapasannya, dan membaut tubuh bayi menjadi nyaman.

#Lalu pakaikan pakaian bayi dengan bahan nan cenderung tipis, jangan memberikan pakaian tebal bagi bayi nan demam.

#Pasikan bayi gak kekurangan cairan (dehidrasi), berikan ASI, susu formula atau air putih.

#Adapun apabila mau memberikan obat mengatasi demam pada bayi, maka harus berkonsultasi pada dokter.

#Ingat, apabila demam menyerang bayi nan berusia tiga bulan ke bawah, hendaknya segera membawa sang bayi ke dokter.

0 Response to "Cara nan Benar Mengatasi Demam Pada Anak & Bayi"

Posting Komentar