Cara Tepat Mengatasi Anak Suka Merengek dan Minta nan Aneh-aneh

Di zaman sekarang ini, Anak-anak nan masih kecil (termasuk anak TK) sudah mengenal nan namanya gadget. Sehingga salah satu masalah nan dihadapi jutaan orang tua adalah tentang bagaimana menyikapi anak nan merengek minta dibelikan gadget, baik itu smarpthone, tablet dan semacamnya.

Kita akan menemukan sikap orang tua nan berbeda-beda, sebagian ada nan mau menuruti permintaan si buah hati sebab menilai benda seperti smartphone ini bermanfaat, menganggap bahwa gadget dapat membuat anak pintar. Padahal gak juga apabila si anak memakainya hanya tuk bermain game dan menonton kartun.

tuk alasan kedua mungkin lebih masik akal, yaitu memberikan gadget pada anak supaya orangtua (terutama bapak saat di kantor) dapat lebih mudah mengawasi dan berkomunikasi dengan anak nan ada di rumah.

Cara Tepat Mengatasi Anak Suka Merengek dan Minta nan Aneh-aneh
Sumber gambar: Flickr.com

Akan tetapi ada hal nan perlu diperhatikan, nan menjadi pertimbangan besar orang tua dalam memberikan gadget pada anak. Bahwa cepatnya anak tuk mampu memakai teknologi super canggih, ternnyata gak sebanding dengan kemampuan anak dalam memakai teknologi secara bijak. Hal inilah nan mengkhawatirkan sebab dapat menjadi bumerang bagi anak dan juga orang tuanya.

Padahal, kondisi anak tanpa gadget pun gak menjadi masalah, gak akan menganggu proses belajarnya. Bahkan tanpa gadget proses belajar dan pendidikan anak dapat berjalan lebih mulus dan maksimal, sebab gak adanya gangguan dari gadget nan begitu ‘menggoda’ pikiran.

Dengan begitu, usahakan kamu supaya menunda penmberian ponsel selama mungkin pada anak (seperti dijelaskan seorang psikolog keluarga). Hal ini bukan berarti membuat anak gaptek (gagap teknologi), akan tetapi kondisi anak nan masih kecil gaklah membutuhkan teknologi semacam itu, baru setelah memasuki usia remaja dikenalkan dengan berbagai teknologi canggih.


supaya jangan salah paham, orang tua tentunya boleh mengenalkan gadget pada anak, akan tetapi tunda pemberian gadget hingga pada masa nan tepat, yaitu setelah cara berpikir anak sudah mulai matang, nan nantinya anak mampu memanfaatkan gadget dengan baik, seperti tuk menunjang pengetahuannya tentang pelajaran di sekolah, maupun tentang pengetahuan umum. Sehingga tuk hal ini manfaat gadget harus digali.

Bahaya memberikan gadget pada anak, dapat membuat kecanduan. Dimana orang dewasa saja dapat kecanduan gadget, apalagi anak-anak.

Selain masalah gadget, banyak masalah lainnya nan membuat anak merengek-rengek, seperti mau liburan atau jalan-jalan ke luar kota. Perkataan atau permintaan anak nan seperti ini sebab melihat atau mendengar cerita teman-teman nan telah jalan-jalan ke luar kota.

Ketika anak merengek seperti ini, maka hal nan normal perlu dilakukan orang tua adalah memberikan penjelasan nan masuk ke logika anak, disinlah penting orang tua memiliki ilmu dalam mendidik anak dengan bijak. Orang tua harus berterus terang tentang masalah nan dihadapi, seperti keterbatasan biaya. Maka jelaskan hal itu pada anak.

apabila anak sudah memiliki tingkat pemahaman nan baik mengenai kondisi orang tuanya, maka ini nan sangat diharapkan. Disinilah pentingnya orang tua penting tuk mendidik anak supaya MAMPU MEMAHAMI KONDISI disekitarnya.

Cara-cara memberikan pemahaman nan baik seperti inilah, nan paling ampuh tuk mengatasi masalah anak nan merengek-rengek meminta sesuatu.

Mengenai liburan tadi. apabila si anak bertanya mengapa temannya dapat jalan-jalan ke luar kota tetapi dirinya gak dapat. Maka sampaikan pada anak bahwa pada setiap keluarga memiliki kebiasaan dan kondisi nan berbeda-beda. Disinilah Orang tua harus cerdas dalam membantu si kecil supaya dapat memahami dengan baik.

Orang tua juga perlu melatih kemandirian anak, supaya anak gak gak tumbuh menjadi sosok nan suka merengek-rengek. Biasakan anak dari kecil tuk sudah terbiasa mengerjakan hal-hal nan dia mampu. Seperti merapihkan kamar tidurnya, merapihkan buku sekolahnya, menyapu, membeli sesuatu ke warung dan hal-hal lainnya.

Melatih anak mandiri sebenarnya termasuk bentuk cinta dan perhatian orang tua kepadanya. Selain juga memberikan belaian kasih sanan pada anak, berupa pelukan, pujian, ciuman dan lainnya.

loading...

Hentikan kebiasaan anak suka merengek
Namanya anak-anak, mereka suka sekali tuk caper (cari perhatian) dan manja pada orang tuanya. Hal ini normal apabila masih dalam batas normal. gak mengapa anak manja apabila masih dalam kadarnya. Akan tetapi menjadi masalah apabila hal itu berlebihan, alhasil anak akan menjadi pribadi nan suka merengek.

Anak merengek tujuannya jelas, yaitu tuk caper.

Biasanya anak merengek sebab mau dibelikan sesuatu, apabila anak masih sangat kecil maka gak terlalu mengkhawatirkan. nan menjadi masalah apabila anak masih suka merengek ketika sudah kelas 2 SD ke atas. Senjatanya berupa ‘merengek’ dan ‘berisik’ adalah hal nan sangat menjengkelkan orang tua.

Sebagai tanda cinta orang tua pada anaknya, maka orang tua harus ‘menyembuhkan’ sifat suka merengeknya itu. Sehingga si anak gak tumbuh menjadi pribadi nan lemah, nan suka mengharapkan belas kasih orang lain, serta menjadi sosok nan pemalas. Mengerikan bukan?

Orang tua harus berusaha memahamkan anak bahwa merengkek ini bukanlah cara nan tepat tuk meminta. Beritahu cara nan lebih baik daripada merengek. kamu perlu mengasih arahan secara langsung pada anak-anak ketika mau meminta sesuatu.

Ajarkan padanya kalimat nan santun. “Ibu, Aku minta susu ya, boleh?”, dan kalimat semisalnya. Selain anak nantinya akan lebih mampu tuk tumbuh menjadi sosok nan lebih dewasa dalam berbicara, manfaat lainnya orang tua akan sangat senang mendengarkan kalimat nan santun dari anaknya.

Hal ini jauh lebih baik dari pada mereaung-raung nan gak jelas. nan membuat orang-orang disektar menjadi jengkel.

Jadilah sosok orang tua nan jujur, sehingga dapat diandalkan dan dipercaya anak
Penyebab anak merengek juga sebab dirinya gak lagi percaya pada orang tuanya sendiri. Hal itu biasanya sebab kesalahan dari orang tuanya sendiri, seperti pernah berbohong nan akhirnya diketahui sang anak. Contohnya nan sering terjadi: Di keluarga, saat seorang bapak akan berangkat ke suatu tempat dan akan pulang ke rumah pada malam hari.

Seringkali anak minta ikut, sehingga si bapak akhirnya berbohong bahwa dirinya hanya pergi sebentar saja. 5 menit lagi juga pulang. Maka si anak menunggu dan terus menunggu, ternyata akhirnya dia baru sadar telah dibohongi.


Demikian juga dengan contoh lainnya, seperti menjanapabilan anak membelikan sesuatu padahal gak ada niat tuk itu. Bahkan lebih buruk lagi, yaitu sering melakukan perkataan bohong, tanpa adanya kondisi darurat.

apabila sang anak terlalu sering melihat orang tuanya berbohong, maka ini berbahaya sebab anak gak lagi menaruh kepercayaan pada orang tua. Sehingga anak menjadi kurang respect dan kurang mau mendengarkan perkataan orang tuanya.

Alhasil... saat anak merengek, maka bagaimanapun caranya orang tua berusaha tuk menghentikan rengekannya, pasti bakal gagal. Hal itu sebab orang tua telah gagal membangun citra diri nan baik dihadapan anaknya.

Disinlah kuncinya, orang tua harus memperbaiki dirinya sendiri apabila mau dihormati dan disanani anak-anaknya. Cara paling utama adalah sudah jelas, yaitu memberikan kasih sanan dan perhatian nan cukup bagi anak.

Termasuk memberikan pendidikan nan baik bagi anak adalah sebuah bentuk kasih sanan nan sangat utama.

Hal penting lainnya nan perlu orang tua ketahui
Ketika anak merengek, seringkali membuat orang tua sangat jengkel sehingga akhirnya ‘tergoda’ tuk membentak anak secara berlebihan. Dari berbagai pengalaman dari banyak orang, saya lihat membentak anak nan merengek gaklah berguna, bahkan justru anak dapat semakin para menangis dan merengeknya.

Sehingga membentak bukan cara nan efektif, walaupun sesekali dalam satu kondisi ada gunanya. Hal buruk lainnya dari membentak anak adalah anak menjadi kebal bentakan orang tuanya, kan repot kalau begini?

Dari penjelasan seorang nan ahli dalam ilmu psikologi, ketika anak menangis maka biarkan saja hingga selesai tangisannya, dia nantinya akan capek sendiri.

Selain itu, anak nan sedang menangis maka biarkan saja sebab dirinya sedang mencurahkan isi hatinya di dalam tangisannya. Menangis bukanlah sesuatu nan buruk, bahkan banyak pakar nan menjelaskan bahwa menagis akan memberikan kepuasan bagi hati.

Cara nan sangat ampuh dalam mengatasi anak nan suka merengek, yaitu kamu harus mampu meyakinkan anak bahwa kamu mencintainya. Sebagai tanda bukti cinta kamu kepada anak, maka selalu gunakan kalimat nan santun dan ‘mulia, pada anak.

Contohnya memakai kalimat, “Sanan, coba minta sama bunda baik-baik. Bunda nggak ngerti kamu minta apa kalau kamu menangis…”. Katakan kaimat ini dengan nada nan sangat lembut. Cara ini sangat ampuh tuk menghilangkan kebiasaan anak nan suka merengek, selain itu anak akan semakin cinta pada orang tuanya.

Sebagai penutup, bagaimana menyikapi anak nan merengek meminta sesuatu, padahal nan dimintanya adalah hal nan gak penting?

Maka, perlu kamu ketahui bahwa sedini mungkin anak-anak harus diberikan pemahaman nan baik tentang sesuatu. sebab si anak gak selamanya kecil terus.

apabila si anak meminta sesuatu nan aneh-aneh atau bahkan gak baik. Maka orang tua harus rajin dan sabar menjelaskan tentang apa nan dimintanya tersebut bukanlah hal nan baik.

Harus dilatih anak-anak supaya dapat berfikir tentang apa nan dimintanya. Sebuah kesalahan apabila orang tua merespon dengan marah-marah pada permintaan anak nan kuang baik. Lebih baik jelaskan hakikatnya tentang apa nan dimintanya itu adalah gaklah baik.

Memang anak seringkali gak mengerti tentang apa nan dijelaskan orang tuanya. Tetapi orang tua harus SELALU memberikan pemahaman nan baik tuk sang anak. sebab suatu saat nanti anak pasti mengerti, Insya Allah.

Memberikan pemahaman dan alasan tentang sesuatu, juga akan membantu anak tuk berfikir, hal ini penting supaya anak dapat tumbuh menjadi sosok nan lebih dwasa, nan mampu memahami kondisi disekitarnya.

0 Response to "Cara Tepat Mengatasi Anak Suka Merengek dan Minta nan Aneh-aneh"

Posting Komentar