16 Efek Samping Jahe (Kondisi Seseorang gak Boleh Mengkonsumsi Jahe)

Jahe sering dimanfaatkan tuk memasak dan pengobatan tradisional (alternatif). Jahe memiliki beragam manfaat, salah satunya yaitu banyak orang-orang nan memanfaatkan jahe tuk menurunkan berat badan.

Secara umum, jahe dimanfaatkan tuk meningkatkan kesehatan tubuh, memperkuat imun tubuh, mengobati nyeri otot, pencernaan, dan banyak lainnya.

Akan tetapi, dalam kondisi tertentu efek samping jahe ini dapat membahayakan, sehingga walaupun jahe merupakan rempah-rempah alami, tetapi tetap saja harus bijak dalam mengonsumsi jahe.

Jahe
Jahe | Sumber gambar: Pixabay.com

Jahe dapat membahayakan apabila dikonsumsi di waktu nan gak tepat. Seperti salah satunya, bahwa jahe akan sangat berbahaya ketika dikonsumsi bersamaan dengan mengonsumsi obat jenis beta-blocker, antikogulan dan obat-obatan insulin. Berikut di bawah ini berbagai efek samping jahe:

1. Iritasi Kulit
Dalam suatu kondisi, jahe juga dimanfaatkan tuk pengobatan luar, akan tetapi penggunaan jahe tuk obat luar ini dapat menimbulkan alergi pada sebagian orang, nan akhirnya menimbulkan iritasi di kulit.

Timbulnya iritasi kulit ini akibat kulit gak cocok dengan jahe, atau kulit sebenarnya cocok tetapi dosis jahe nan dioleskan ke kulit nan terlalu banyak. Efek samping nan ditimbulkan dari mengaplikasikan jahe pada kulit ini berupa iritasi kulit dan munculnya ruam merah.

2. Masalah di Pencernaan
Munculnya rasa mulas dan juga sering bersendawa menjadi efek samping dari minum minuman jahe nan sering terjadi. Apalagi apabila seseorang menelan jahe tanpa mengunyahnya, hal ini kurang baik sebab dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan di usus.

Bagi orang nan mengalami masalah peradangan di usus, maka perlu menghindari sementara konsumsi minuman jahe, minimal mambatasi konsumsi jahe secara ketat.  sebab dikhawatirkan akan muncul efek sampingnya berupa perut kembung, mulut serasa terbakar, gas, sendawa dan muncul masalah di pencernaan.

Sebagai solusinya guna meminimalisir efek samping tersebut, kamu dapat mengonsumsi jahe nan dalam bentuk produk kapsul.

Secara umum, mengonsumsi jahe secara berlebihan gaklah baik tuk organ pencernaan. Termasuk gak baik mengonsumsi jahe saat mengalami masalah peradangan pada organ usus (seperti nan sudah dijelaskan diatas).


3. Risiko Perdarahan
Konsumsi jahe juga dapat berpotensi menimbulkan masalah pendarahan, meskipun kasus ini cukup jarang terjadi, dimana belum banyak laporan mengenai masalah ini.

Kandungan di dalam jahe dapat menghambat enzim COX-1 dan COX-2, hal inilah nan memicu terjadinya perdarahan gastrointestinal (pendarahan saluran cerna). Organ nan merupakan saluran cerna yaitu kerongkongan, perut, usus kecil, usus besar dan dubur.

Munculnya pendarahan saluran cerna dapat meningkat resikonya akibat kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol dan merokok.

Selain itu, infeksi bakteri dan penggunaan jangka panjang obat jenis steroid, obat pengencer darah, aspirin, obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID) dapat meningkatkan resiko resiko pendarahan saluran cerna.

Keberadaan COX-1 nan mencukupi di lapisan lambung sangat penting perannya dalam melindungi organ saluran cerna dari resiko terjadinya perdarahan.

Konsumsi jahe secara berlebihan dapat ‘membrangus’ senyawa COX-1 tersebut, sehingga beresiko menyebabkan terjadinya perdarahan internal, nan terutama di saluran pencernaan ini.

Efek samping nan ditimbulkan dari mengonsumsi jahe ini gak boleh diremehkan, sehingga perlu kehati-hatian dalam mengonumsi jahe walaupun manfaat jahe nan sangat besar sekalipun.

kamu perlu menghindari konsumsi teh jahe ketika mengalami masalah pembekuan darah, dimana jangan mengonsumsi jahe bersamaan dengan mengkonsumsi obat pengencer darah.

kamu juga harus menghindari konsumsi jahe bersamaan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (seperti aspirin atau naproxen). Lalu batasi konsumsi jahe gak lebih dari 4 g dalam sehari.

4. Penyakit Kandung Kemih
Penyakit kandung kemih adalah sebuah kondisi nan cukup serius. Penyakit kandung kemih beresiko muncul akibat dari mengonsumsi jahe bersamaan dengan jenis tanaman herbal lainnya.

Oleh sebab itu, apabila pengetahuan kamu kurang memadai tentang hakekat suatu tanaman herbal serta efek sampingnya, maka lebih baik menghindari konsumsi jahe bersamaan dengan tanaman herbal tersebut.

5. Kurang Baik Mengonsumsi Jahe nan Dikombinasikan dengan Herbal / Obat Lainnya
kamu harus ingat, bahwa gak SELALU mengombinasikan banyak tanaman herbal tuk dikonsumsi dalam satu waktu akan lebih baik khasiatnya, sebab ada tanaman herbal nan gak cocok dikonsumsi bersamaan, nan dapat menyebabkan masalah kesehatan nantinya apabila salah dalam mengombinasikan tanaman herbal.

Zat nan terkandung di dalam jahe gak selalu cock dengan zat nan terkandung di dalam tanaman herbal lainnya. Kesalahan dalam mengkombinasi-kan ini, selain memicu penyakit kandung kemih (seperti sudah disebutkan diatas) juga beresiko memicu penyakit diabetes.

Adapun, mengombinasikan jahe dengan obat-obatan kimia maka harus dihindari sama sekali, apabila mau dilakukan maka hanya boleh berdasarkan petunjuk dari dokter atau ahli kesehatan.

Mengkombinasikan jahe dengan obat anti inflamasi non-steroid dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan.

Hal nan perlu kamu ingat, bahwa menurut National Institutes of Health, jahe gak boleh dikombinasikan dengan obat jenis pengencer darah, beta blocker dan obat nan menyebabkan kantuk.

Meskipun memang terdapat beberapa jenis tanaman herbal nan apabila dikombinasikan akan memberikan khasiat nan besar.

Namun, dalam praktek mengkombinasikan ini kamu harus memiliki pengetahuan lebih dalam mengenai tanaman herbal nan mau dikombinasikan, mengetahui jenis kandungannya, lalu juga harus mengetahui dosis mengkombinasikan nan tepat.

Intinya, apabila mau mengkombinasikan jahe dengan tanaman herbal lainnya, maka harus sesuai dengan petunjuk ahli kesehatan, dokter atau orang nan paham mengenai hal ini.

Loading...

Bahaya apabila Mengonsumsi Jahe Secara Berlebihan

1. dapat Muncul Memar
Mengonsumsi jahe nan terlalu banyak dosisnya akan menyebabkan tubuh rentan tuk mengalami memar. Kondisi tubuh nan mengalami memar ini memiliki keterkaitan dengan adanya masalah pendarahan di bagian dalam tubuh.

Kondisi memar biasa masih masuk ke dalam kategori masalah kesehatan nan ringan. Akan tetapi apabila sampai terjadi pendarahan maka kamu perlu menghentikan sementara konsumsi jahe nan selama ini dilakukan, lalu segera memeriksakan diri ke dokter

2. Perut Kembung
Perut Kembung merupakan sebuah keadaan di dalam perut nan terdapat gas berlebihan, akibat nan ditimbulkan dari perut kembung ini adalah membuat produltifitas dapat menurun, sebab kondisi perut kembung akan membuat tubuh merasa kurang nyaman dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Sebenarnya apabila dikonsumsi dalam dosis nan benar, konsumsi jahe ini dapat membuat tubuh menjadi lebih enak, nyaman dan tenang.

Akan tetapi, apabila asal-asalan (gak memperhatikan dosis nan pas) dalam konsumsi jahe justru menimbulkan masalah kesehatan. Hal nan umum terjadi yaitu perut akan terasa penuh dengan gas (kembung).

apabila mengalami masalah ini maka hentikan sementara konsumsi jahe, hingga gejala perut kembung hilang.

3. Mengakibatkan Datang Bulan Menjadi Lebih Berat
Pada suatu penelitian mengungkapkan tentang khasiat jahe. Di dalam penelitian tersebut, bahwa lebih dari 60 persen wanita merasakan kondisi nan lebih baik ketika masa menstruasi apabila mengonsumsi jahe. Dimana rasa nyeri selama haid berkurang berkat manfaat jahe.

Namun, apabila terlalu banyak mengonsumsi jahe justru dapat mengakibatkan datang bulan menjadi lebih berat dari biasanya, seperti munculnya masalah kegaknyamanan pada perut.


4. Iritasi Mulut
Takaran dalam mengonsumsi jahe seharusnya gak boleh lebih dari 5 gram dalam sehari, apabila lebih dari itu dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti beresiko mengakibatkan iritasi, nan utamanya di bagian mulut.

Hal itu sebab sifat jahe nan panas dan pedas, apabila terlalu banyak dikonsumsi dapat mengakibatkan iritasi pada mulut.

5. Diare
Berlebihan dalam mengonsumsi jahe dapat mengakibatkan penyakit diare. Dimana penyakit diare sangat berkaitan dengan masalah gangguan pencernaan. Konsumsi jahe nan berlebihan dapat mengakibatkan perut gak nyaman, nan akhirnya memicu munculnya penyakit diare.

Masalah lainnya dari konsumsi jahe nan terlalu banyak yaitu beresiko memicu terjadinya pendarahan pada saluran cerna, seperti nan sudah dibahas sebelumnya.

Kondisi nan Membuat Seseorang gak Boleh Mengonsumsi Jahe

1. Mengonsumsi jahe selama masa kehamilan gak dianjurkan 
Bagi Wanita nan sedang dalam masa kehamilan hendaknya menghindari dahulu nan namanya jahe ini, sebab ada potensi kandungan di dalam jahe dapat memberikan pengaruh buruk pada hormon seksual dari janin.

Terdapat aduan bahwa terjadinya keguguran pada ibu hamil dengan usia kehamilan 12 minggu, ternyata sebab ibu hamil rutin mengonsumsi jahe, dimana jahe gak jarang digunakan sebagai obat mual alami di pagi hari oleh wanita hamil.

Hal lainnya nan membuat ibu hamil perlu menghindari konsumsi jahe (minimal menguranginya) adalah adanya peningkatan resiko terjadinya masalah perdarahan pada Ibu hamil.

Hal ini nan membuat banyak para ahli kesehatan merekomendasikan Ibu hamil supaya menghindari konsumsi jahe saat mendekati masa melahirkan.

Jahe juga merupakan stimulan nan cukup kuat sehingga kurang baik bagi ibu hamil. Efek samping jahe lainnya tuk ibu hamil yaitu meningkatkan resiko persalinan prematur.

Ingat, Ibu hamil perlu menghindari konsumsi jahe pada masa kehamilan trimester terakhir. Carilah jenis minuman lainnya tuk menghangatkan tubuh selain jahe, saat masa kehamilan.

Intinya, batasi konsumsi jahe pada masa kehamilan, dan hentikan konsumsi jahe saat menjelang masa melahirkan (trimester terakhir).

2. Jahe gak Dianjurkan Bagi Orang nan mau Menambah Berat Badan
Jahe sudah umum diketahui bermanfaat tuk menurunkan berat badan nan sangat ampuh. Konsumsi Jahe dapat menjadikan tubuh mampu kennan lebih lama, selain itu juga akan meningkatkan proses pembakaran lemak di dalam tubuh.

Akan tetapi, sebaliknya bagi kamu nan mau menambah berat badan, maka gak disarankan mengonsumsi jahe. kamu akan kesulitan jadinya tuk menambah berat badan.

3. Hati-hati Bagi kamu nan Mengalami Masalah Kelainan Darah
Konsumsi jahe dapat menimbulkan masalah pendarahan internal apabila mengonsumsinya dalam takaran tinggi. Bagi mereka nan menderita kelainan darah hendaknya tuk menghindari konsumsi jahe.

Walaupun pada asalnya, jahe memiliki fungsi tuk meningkatkan sirkulasi darah nan memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh secara umum. Namun, khusus penderita kelainan darah seperti salah satunya yaitu hemofilia, konsumsi jahe justru dapat berdampak buruk.

4. Gangguan Jantung
Keonsumsi jahe dalam jumlah nan terlalu banyak dapat menimbulkan masalah pada organ jantung, atau akan memperburuk masalah jantung nan dialami.

5. apabila Sedang Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu
kamu harus benar-benar waspada terhadap konsumsi jahe ketika sedang menjalankan suatu pengobatan. Utamanya bagi kamu nan sedang memakai obat pengencer darah. kamu juga gak boleh konsumsi jahe nan bersamaan dengan jenis obat anti-inflamasi nonsteroid.

6. Penderita Diabetes dan Hipertensi
Jahe dapat menimbulkan reaksi berbahaya apabila bertemu dengan jenis obat antikoagulan, beta-blocker dan obat nan terkait dengan rangsangan produksi insulin di dalam tubuh.

Ketika kamu sedang menjalani masa mengonsumsi obat secara rutin, berupa obat darah tinggi atau diabetes, maka perlu menghindari jahe saat itu.

Hal itu sebab efek samping jahe dapat menurunkan manfaat dari obat hipertensi atau diabetes tersebut. Serta lebih buruk lagi, dapat beresiko menimbulkan gangguan kesehatan nan cukup serius.

Penutup
Jahe secara umum aman tuk dikonsumsi, dan manfaatnya sangat banyak. Hanya bagi sebagian orang dapat menyebabkan efek samping (seperti nan sudah dipaparkan diatas).

0 Response to "16 Efek Samping Jahe (Kondisi Seseorang gak Boleh Mengkonsumsi Jahe)"

Posting Komentar