17 Gejala Kanker Serviks (Pencegahan & Pengobatan Kanker Serviks)

Hal nan sangat penting bagi para wanita tuk memperhatikan setiap perubahan gak wajar nan terjadi pada tubuhnya. Sehingga gejala kanker serviks dapat dikenal dengan sedini mungkin. Hal ini penting supaya dapat memperoleh penanganan nan lebih cepat dan tepat, sehingga peluang keberhasilan tuk sembuh dapat lebih besar.

Kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker nan timbul di leher rahim wanita. Fungsi dari leher rahim adalah sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina.

Pada tahap awal, kanker serviks umumnya gak memperlihatkan tanda-tanda. Tanda-tanda (gejala) kanker serviks nan sering terjadi yaitu pendarahan pada vagina, hal ini dapat terjadi setelah melakukan hubungan seks.

Hanya saja, pendarahan nan terjadi gak serta merta menjadikan orang nan mengalaminya dipastikan terkena kanker serviks.

Kanker Serviks

Umumnya penyebab kanker serviks adalah sebab serangan dari HPV (human papillomavirus). HPV merupakan jenis virus nan dampaknya mengakibatkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin.

Terdapat banyak jenis virus HPV, nan kebanyakannya gak memberikan dampak serius. Namun, terdapat segelintir jenis virus HPV nan dapat menyebabkan masalah pada fungsi sel-sel leher rahim. Hal ini menyebabkan kegaknormalan pada sel-sel rahim, nan dampaknya dapat sangat serius yaitu kanker.

Adapun HPV sendiri dapat ditularkan dengan hubungan seks nan dilakukan. Dua jenis virus HPV nan paling membahayakan yaitu jenis HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini nan paling sering mengakibatkan timbulnya kanker serviks, yaitu 70% dari kasus nan pernah ada.

Saat tubuh terkena infeksi HPV, maka sistem imun tubuh akan langsung bekerja tuk menangkal virus tersebut melukai rahim. Pada sebagian wanita, keberadaan virus ini di dalam tubuh dapat bertahun-tahun lamanya. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan sebab dapat menyebabkan sel-sel nan ada di bagian permukaan leher rahim dapat terinfeksi dan menimbulkan resiko kanker nan berbahaya.

Gejala Kanker Serviks

1. Pendarahan gak Normal Pada Vagina
Gejala kanker serviks nan sangat sering muncul yaitu pendarahan nan gak normal pada bagian vagina. apabila hal ini terjadi dua kali atau bahkan lebih, maka kamu perlu dengan segera tuk menanyakan hal ini kepada dokter.

Bentuk pendarahan gak normal pada vagina nan berpotensi hal itu disebabkan oleh kanker serviks, yaitu:
  1. Muncul setelah masa menepause.
  2. Muncul gak pada periode haid.
  3. Terjadi ketika melakukan berhubungan intim.
  4. Terlihat adanya campuran keputihan di darah.
  5. Lamanya masa haid gak wajar (terlalu lama dari pada biasanya).

2. Menurunnya Nafsu Makan
Sebenarnya pada banyak jenis kanker (termasuk kanker serviks) akan menyebabkan penderitanya akan kehilangkan nafsu makannya. Hal itu sebab munculnya zat-zat toksin (racun) di dalam tubuh nan diproduksi oleh sel-sel kanker.

3. Menstruasi Lebih Lama dari Biasanya
Umumnya lamanya masa haid adalah sekitar 5-7 hari, akan tetapi apabila seorang wanita mengalami gangguan pada rahimnya, hal ini dapat menyebabkan menstruasi akan menjadi lebih lama dari biasanya.

4. Darah Menstruasi Lebih Banyak dari Biasanya.
Selain lamanya masa menstruasi, gejala lainnya yaitu darah menstruasi menjadi lebih banyak jumlahnya. Kondisi ini sebab terjadinya perubahan pada lapisan rahim. Kondisi ini dapat berpotensi menjadi tanda-tanda kanker serviks.

5. Timbul Masalah Pada Keputihan 
Keputihan merupakan keluarnya cairan selain darah nan keluar dari jalan lahir. Adapun timbulnya keputihan nan gak seperti biasanya, maksudnya yaitu cairannya terdapat lendir-lendir, bahkan ada nan bercampur dengan nanah, ataupun darah kotor.

6. Mudah Sekali Mengalami Lelah
Munculnya rasa lelah nan berlebihan, sehingga tubuh seringkali merasa lemah tuk beraktivitas. Hal ini disebabkan tubuh mengalami kekurangan darah akibat terjadinya pendarahan (atau keluar banyak darah dari dalam tubuh).

Selain itu, berkemungkinan juga tubuh nan terasa lemah terjadi sebab adanya zat beracun di dalam tubuh. nan zat racun tersebut dihasilkan oleh sel-sel kanker.


7. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Masalah nan mengenai pada jaringan serviks, mengakibatkan terjadinya peradangan atau bahkan kematian sel (nekrosis). nan menjadikan bagian tersebut lebih sensitif dan terasa nyeri saat tersentuh.

8. Rasa sakit Ketika Berhubungan Intim
kamu perlu berhati-hati ketika megalami kejadian nan agak janggal berupa munculnya rasa sakit ketika berhubungan intim suami istri.

apabila mengalami rasa sakit saat itu tanpa adanya penyebab nan jelas, maka hendaknya berkonsultasi dengan dokter. Hal itu sebab munculnya rasa sakit ketika berhubungan intim dapat menjadi gejala kanker serviks.

9. Flek (Pendarahan) Di Luar Waktu Menstruasi
Munculnya bercak darah adalah gejala awal kanker serviks nan cukup umum. Tetapi, gak semua pendarahan nan terjadi di luar waktu menstruasi dipastikan akibat kanker serviks. Tentunya perlu memperhatikan gejala-gejala lainnya.

kamu hanya perlu curiga dan berhati-hati ketika muncul flek atau pendarahan di luar jadwal menstruasi.

10. Nyeri di Sekitar Panggul
Pada gejala ini berupa munculnya rasa gak nyaman dan gangguan (bahkan dapat muncul nyeri) pada bagian panggul dan sekitarnya. Munculnya rasa gak nyaman ataupun rasa sakit di sekitar panggul sebab terjadinya masalah peradangan di leher rahim.

11. Berat Badan Turun (Secara gak Wajar)
Berat badan nan turun terus menerus tanpa adanya sebab nan jelas, hal ini dapat menjadi gejala kanker, bukan hanya jenis kanker serviks tetapi dapat jenis kanker apa saja. Sehingga berat badan nan turun secara gak wajar sudah menjdi gejala umum kanker, bukan hanya gejala khusus kanker serviks.

Oleh sebab itu, ketika mengalami maslaah berat badan nan terus turun tanpa sebab jelas dan bahkan berat badan turun secara drastis maka perlu diwaspadai. Perhatikan juga gejala-gejala kanker serviks lainnya.

12. Mudah Sekali Terjadi Pendarahan
Masalah nan terjadi pada mulut rahim atau serviks dapat menyebabkan jaringan tersebut akan rapuh, sehingga menjadi mudah berdarah.

Dengan begitu, apabila terjadi suatu sentuhan nan biasanya gak sampai menyebabkan perdarahan (kondisi normal), tapi sebab adanya masalah ini ternyata dapat sampai membuat timbulnya pendarahan.

Sentuhan tersebut dapat berbentuk hubungan seksual, douching dan lainnya.

13. Perdarahan Pasca Menopause
Saat wanita telah berada di dalam masa menopause, dengan begitu gak ada lagi nan namanya darah haid. Sehingga ketika dalam masa menopause ternyata muncul masalah pendarahan, maka perlu hati-hati, sebab itu adalah salah satu gejala kanker serviks.

14. Nyeri pada Kaki
Gejala ini muncul saat kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening nan terletak di bagian lipat paha, hal ini menyebabkan munculnya rasa nyeri dan bahkan dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki.

Terjadinya nyeri ataupun pembangkakan pada kaki sebab terhambatnya aliran limfatik (getah bening). Umumnya pembengkakan terjadi pada salah satu kaki. apabila gejala ini terjadi, maka segera laporkan ke dokter. Selain itu, kaki bengkak dapat menjadi salah satu gejala gagal ginjal.

loading...

15. Sakit punggung
Gejala sakit punggung ini menandakan kanker telah menyebar ke bagian tulang punggung. Timbulnya rasa nyeri punggung secara tiba-tiba perlu diwaspadai, dikhawatirkan itu adalah gejala kanker serviks.

16. Keluar Cairan Urin atau Feses Dari Jalan Lahir
Munculnya gejala dari kanker serviks ini sebab penyebaran sel kanker telah berakibat pada kerusakan sekat nan memisahkan jalan lahir dengan jalan feses. Selain itu, penyebaran kanker dapat juga ke bagian depannya yaitu sekat dengan kandung kemih.

Penyebaran kanker tersebut menyebabkan sekat menjadi rapuh dan bocor. Sehingga urin ataupun feses dapat masuk ke jalan lahir.

17. Rentan Mengalami Patah Tulang
Dimana kondisi tulang nan terkena kanker berakibat kekuatan tulang akan melemah (rapuh), sehingga terjadi peningkatan resiko patah tulang.

Tanda-tanda kanker serviks dijelaskan oleh pakar kesehatan cenderung sulit tuk dideteksi di tahap awal. Sehingga sangat dikhawatirkan apabila tanpa diketahui sel kanker telah menyebar dan menginfeksi tubuh.

Sehingga, hal nan perlu dilakukan yaitu melakukan tes secara berkala ketika kamu merasakan kekhawatiran akan kemunculan kanker serviks. Tes perlu dilakukan nan terutama pada orang-orang nan memiliki kebiasaan buruk merokok.

Perlunya Melakukan Screening tuk Mendeteksi Kanker Serviks
Proses terjadinya perubahan pada sel-sel permukaan leher rahim secara perlahan (bertahun-tahun) hingga akhirnya berubah menjadi penyakit kanker nan mengerikan. Perubahan sel di leher rahim dapat dideteksi dari dini.

Dimana melakukan pengobatan saat sel-sel masih dalam tahap ‘pra-kanker’ memiliki tingkat kesuksesan tuk sembuh nan lebih besar. Berbeda halnya apabila kanker sudah menyebar.

Screening pada kanker serviks bertujuan guna mendeteksi apabila terdapat sel-sel abnormal nan dikhawatirkan berlanjut menjadi sel kanker. Saat melakukan tes screening maka sample sel diambil dari leher rahim, serta diperiksa di bawah mikroskop.

Perlu diketahui, screening serviks ini gak bertujuan tuk mendiagnosis kanker serviks, namun bertujuan guna mengecek kondisi kesehatan pada sel-sel di leher rahim. Selain itu, juga tuk melakukan pendeteksian apabila terdapat sel nan abnormal sehingga kemudian akan ditindaklanjuti.

Mengetahui adanya sel nan abnormal sedari awal, maka nantinya akan dilakukan dengan segera pengangkatan sel-sel abnormal tersebut, sehingga penyakit kanker serviks ini dapat dihindari.

Masih ada kemungkinan sel-sel abnormal dapat kembali normal dengan sendirinya. Namun, pada sebagian kejadian nan pernah ada, sel-sel nan bersifat abnormal perlu dilakukan pengangkatan sebab dikhawatirkan dapat berkembang menjadi bentuk kanker.

Mengenai tes ini, direkomendasikan bagi para wanita nan berumur 25-49 tahun supaya melakukan pemeriksaan ini setiap tiga tahun sekali. Adapun bagi wanita berumur 50-64 tahun disarankan melakukan peeriksaan setiap lima tahun sekali. 

Penyebab Kanker Serviks
Munculnya kanker serviks diawali saat sel-sel nan dalam kondisi sehat mulanya, kemudian mengalami sesuatu nan dinamakan dengan mutasi genetik (perubahan DNA).

Terjadinya mutasi genetik akhirnya mengakibatkan perubahan sel nan awalnya normal menjadi sel nan abnormal (gak normal).

Sel nan sehat akan berkembang (tumbuh) dengan kecepatan nan standar atau normal, adapun sel kanker tumbuh dengan kecepatan nan gak terkendali sehingga sangat membahayakan kondisi tubuh.

Nantinya, jumlah sel abnormal nan semakin banyak, akhirnya akan menyebabkan muculnya tumor. Kemudian sel kanker juga akan terus menyerang jaringan atau bagian tubuh nan ada di sekitarnya.

Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, hal ini dinamakan dengan ‘metastasis’.


Kanker Serviks Akibat HPV (Human papillomavirus)
Penelitian telah menemukan bahwa 99,7% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV merupakan virus, nan jenisnya ada hingga 100 varian.

Penyebaran virus HPV seringya melalui hubungan seksual. Ada sekitar 15 jenis dari HPV nan dapat mengakibatkan terjadinya kanker serviks. Dari 15 jenis tersebut, terdapat dua jenis nan paling sering sebagai penyebab timbulnya kanker serviks yaitu jenis HPV 16 dan HPV 18.

Jenis HPV nan sangat menghawatirkan yaitu nan rentan tuk dapat dipindahkan dari sel virus ke dalam sel leher rahim, hal ini sangat berbahaya.

Keberadaan HPV akan menyebabkan gangguan pada fungsi sel tubuh, kemudian sel-sel nan awalnya sehat di serviks nantinya akan mulai tumbuh dengan tanpa terkendali.

Kondisi tersebut nan akhirnya akan mengakibatkan timbulnya tumor, nan kemudian menjadi kanker.

Infeksi HPV dapat menghilang tanpa perlu dilakukan penanganan khusus dalam jangka waktu sekitar dua tahun.

Hanya saja, tentunya kamu perlu tuk tetap berhati-hati, sehingga disarankan bagi wanita tuk dapat memperoleh vaksinasi HPV, nan manfaatnya tuk mencegah tubuh terinfeksi virus nan mengakibatkan penyakit kanker.

Proses terjadinya kanker serviks, dimana sel sehat mulai berubah menjadi sel prakanker, hingga akhirnya menjadi sel kanker. Prosenya itu membutuhkan waktu bertahun-tahun, hingga akhirnya menjadi kanker nan berbahaya.

Kondisi sel-sel abnormal, dimana belum berubah menjadi sel kanker. Kondisi ini disebut CIN (cervical intraepithelial neoplasia) nan artinya sederhananya adalah ‘sel prakanker’.

Proses perubahan sel nan awalnya normal, kemudian terinfeksi HPV hingga menjadi CIN, kemudian terus berkembang hingga akhirnya menjadi kanker. Prosesnya sangat lambat, nan dapat berlangsung dalam jangka waktu 10-20 tahun hingga akhirnya menjadi kanker.

Dengan begitu CIN merupakan keadaan pertumbuhan sel nan abnormal, tetapi sebelum menjadi sel kanker.

Pada keadaan ini, pada dasarnya gak sampai mengancam jiwa seseorang, hanya saja nan dikhawatirkan adalah beresiko dapat menjadi kanker.

Sehingga dokter biasanya akan mengidentifikasi pada tahap ini, tujuannya supaya CIN dapat ditangani dengan segera (tuk diatasi), sebelum akhirnya beresiko menjadi kanker.

Faktor nan Meningkatkan Risiko Kanker Serviks:
  1. Kebiasaan buruk merokok, dimana merokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks hingga dua kali lipat. Hal itu sebab kandungan zat berbahaya nan ada di dalam rokok, menyebabkan masalah pada di leher rahim.
  2. Melemahnya sistem kekebalan tubuh, dimana tubuh menjadi lemah kemampuannya dalam menangkal penyakit.
  3. Minum pil KB lebih dari lima tahun. Hanya saja penelitian kesehatan nan lebih lanjut diperlukan, guna menganalisis penyebabnya.
  4. Perzinahan, yaitu berganti-ganti pasangan seksual, hal ini dapat menyebabkan risiko tinggi terinfeksi HPV.

Penyebaran kanker serviks dapat menyebar ke jaringan tubuh nan di sekitarnya. Kanker dapat menyebar ke bagian vagina dan otot nan berfungsi menopang tulang panggul. Selanjutnya, sel kanker dapat menyebar ke tubuh bagian atasnya.

Kanker dapat terus menyebar ke bagian rektum, kandung kemih, hati, tulang dan paru-paru. Sel kanker juga dapat beresiko terus menyebar ke bagian sistem limfatik.

Pencegahan Kanker Serviks
Tentunya supaya dapat mencegah timbulnya kanker serviks, hal utama nan penting dilakukan yaitu mencegah penyebaran virus HPV di dalam tubuh. Hal-hal nan perlu dilakukan sebagai pencegahan penyakit kanker serviks yaitu:

Melakukan hubungan seksual dengan aman
Penularan kanker serviks ini seringkali bermula dari hubungan intim nan kurang baik, kamu harus melakukan hubungan intim secara aman. Hindari melakukan hubungan seksual di luar nikah, nan dampaknya dapat menyebarkan (menularkan) virus HPV nan menyebabkan kanker serviks.

Melakukan screening leher rahim secara rutin
Screening leher rahim dilakukan tuk mendeteksi sel-sel pada leher rahim nan dapat beresiko berkembang menjadi kanker.

Melakukan Suntik Vaksin HPV
Tujuan dilakukannya vaksinasi kanker serviks adalah tuk pencegahan sejak awal. Memberikan vaksinasi secara rutin dianjurkan bagi wanita.

Efek samping dari vaksin HPV adalah demam ringan, nyeri di bagian tubuh nan disuntikkan, rasa gatal, dan muncul bentuk kemerahan pada bagian tubuh nan disuntik.

Hindari Merokok
Merokok menjadi pemicu meningkatknya resiko kanker serviks. kamu harus menghindari rokok, baik menghindari sebagai perokok aktif maupun pasif. Intinya kamu harus menghindari nan namanya asap rokok.

Bahaya rokok mengakibatkan timbulnya banyak jenis penyakit kanker (termasuk kanker serviks). Di dalam rokok terdapat ribuan zat nan berbahaya bagi tubuh.

Hindari Berganti-ganti Pasangan Dalam Hubungan Intim
Pada sebuah penelitian, menyimpulkan hasil penelitianya bahwa wanita nan telah berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan mengalami resiko sangat besar terkena kanker serviks.

Hal itu sebab dengan berganti pasangan hubungan intim, berarti akan mengalami resiko tinggi akan penularan virus HPV. Walaupun telah mengenakan kondom saat berhubungan intim, tetapi hal ini gak banyak membantu, disebabkan penyebaran dapat terjadi dengan sentuhan kulit.

Miliki Gaya Hidup Sehat
Secara umum, sangat penting tuk mengonsumsi makanan sehat. kamu perlu memenuhi asupan penting berupa serat, protein, vitamin, mineral, lemak sehat, dan lainnya secara seimbang. Menjaga kesehatan tubuh supaya kondisi fisik menjadi kuat adalah hal nan penting dalam pencegahan kanker serviks.

Tips Lainnya Pencegahan Kanker Serviks:
  • kamu harus mengganti celana secara rutin, segaknya dua kali dalam sehari.
  • Kalau dapat, jangan pernah membersihkan organ vital di toilet umum, hal itu sebab kebersihan air nan  gak terjamin kualitasnya.
  • Bawa tisu sendiri, sehingga kamu jangan memakai tisu di toilet umum, sebab dikhawatirkan sudah tercemar virus.
  • Ketika kamu sedang dalam masa haid, maka gantilah pembalut dengan lebih sering.
  • Pastikan juga kualitas pembalut nan digunakan baik.
  • Jangan mengonsumsi minuman es ketika sedang dalam masa menstruasi
  • Hindari makanan nan memicu timbulnya lendir keputihan secara berlebihan.
  • Jangan menyentuh bagian intim ketika kondisi tangan kotor.

Pengobatan Kanker Serviks
Pengobatan kanker serviks dilakukan dengan tergantung dari faktor nan ada, seperti jenis kaker, stadium kanker, usia pasien, kondisi medis lain nan sedang dihadapi, keinginan tuk memiliki anak, dan faktor-fakor lainnya.

Umumnya kanker serviks ditangani oleh tim nan terdiri dari beberapa dokter nan berasal dari berbagai spesialisasi. Tim inilah nan bekerja tuk mencari metode penngobatan terbaik. Walaupun tuk keputusan akhirnya adalah di tangan kamu sendiri.

Pengobatan penyakit kaker serviks berdasarkan tingkat stadiumnya terdiri dari dua. nan pertama yaitu mengatasi kanker serviks nan tahap awal, dilakukan dengan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh organ rahim, radioterapi, ataupun terkadang memerlukan kombinasi keduanya.

nan kedua adalah metode tuk mengatasi kanker serviks nan sudah masuk tahap stadium akhir, yaitu dengan melakukan radioterapi atau kemoterapi, atau bahkan keduanya. Selain itu, kadang-kadang tindakan operasi juga diperlukan.

Hal nan sangat baik apabila diagnosis kanker serviks sudah mampu diketahui sejak dini. Maka peluang tuk sembuh akan lebih besar.

Tingkat stadium kaker serviks nantinya akan sangat menentukan bentuk pengobatan kanker serviks. Sehingga mengetahui dan peka terhadap gejala muncul sangat penting dilakukan, sehingga akan mendapatkan penanganan dari tim kesehatan sedari dini.

Referensi: Healthline.com, NHS.uk, Cancercenter.com, dan Lainnya

0 Response to "17 Gejala Kanker Serviks (Pencegahan & Pengobatan Kanker Serviks)"

Posting Komentar