Manfaat Mikrodermabrasi & Efek Sampingnya (Hal Lainnya nan Penting Diketahui)

Mikrodermabrasi adalah sebuah terapi khusus tuk melakukan exfoliation (pengelupasan) dengan memakai kristal-kristal mikro, nan bertujuan tuk menghilangkan sel-sel kulit mati, serta mendorong supaya produksi sel kulit baru dapat menjadi lebih cepat.

Melakukan mikrodermabrasi nantinya juga akan dapat merangsang peningkatan produksi kolagen. Terapi ini dapat menjadikan tekstur kulit menjadi terasa lebih halus, serta mengurangi tampilnya garis-garis halus pada kulit.

Hanya saja, tuk memperbaiki pori-pori kulit dengan metode mikrodemabrasi ini ternyata gak dapat diterapkan pada setiap orang. Sehingga dapat dikatakan Mikrodermabrasi gak dapat cocok tuk semua orang.

Walaupun memang memberikan manfaat tuk membuat kulit lebih bercahaya dan indah, akan tetapi terapi mikrodermabrasi gak boleh diterapkan pada beberapa jenis kulit.

Dimana memang sebagian orang mengalami hasil setelah melakukan mikrodermabrasi yaitu kulitnya menjadi lebih bercahaya dan halus.

Namun, terapi ini pada beberapa jenis kulit lainnya justru menyebabkan timbulnya rasa kasar pada kulit.

Sebelum kamu mengambil keputusan tuk melakukan terapi mikrodermabrasi ini, maka penting kiranya supaya mengetahui efek sampingnya terlebih dahulu, serta beberapa hal lainnya.

Mikrodermabrasi

Manfaat Mikrodermabrasi
Terapi ini gak hanya dilakukan sekali, namun hingga beberapa kali, tujuan dilakukan mikrodermabrasi adalah supaya kulit lebih bercahaya, cerah dan lapisan atas sel kulit mati dibersihkan.

Melakukan mikrodermabrasi juga dapat memberikan hasil berupa keriput di kulit dapat diminimalisir, dan dapat membantu membersihkan bekas-bekas jerawat di kulit.

Mikrodermabrasi dapat menjadi metode tuk menghilangkan jerawat, serta membantu mengatasi lubang bekas jerawat. Seperti halnya melakukan laser jerawat, mikrodermabrasi juga dilakukan oleh tenaga medis.

Mikrodermabrasi dilakukan dengan memakai suatu alat khusus. Bahan nan paling utama berupa suatu bubuk organik berbentuk seperti kristal halus. Manfaat lainnya dari melakukan mikro dermabrasi:

Mengatasi Masalah Kulit Bopeng
Melakukan mikrodermabrasi dapat merangsang supaya perkembangan sel kulit baru dapat lebih cepat. Manfaat dari perkembangan sel kulit baru adalah tuk meratakan permukaan kulit. Sehingga dengan melakukan terapi ini, bopeng pada kulit dapat secara perlahan menjadi hilang.

Wajah Menjadi Lebih Bersih dan Bersinar
Praktek mikrodermabrasi ini bermanfaat tuk mengangkat pengelupasan kulit mati. Sehingga pada bagian sel kulit nan telah gak diperlukan oleh wajah, maka akan dibersihkan melalui terapi ini.

Hal ini membuat kulit menjadi terlihat lebih bersih dan bersinar.


Menyamarkan Garis Halus Wajah
Melakukan mikrodermabrasi mampu menyamarkan garis-garis halus pada kulit wajah. Kondisi ini umumnya pada wanita nan telah berusia di atas 38 tahun. Dimana pada umur tesebut kulit sudah mulai mengalami tanda-tanda penuaan secara alami.

Tekstur Kulir Menjadi Lebih Halus
Terapi ini juga berguna tuk membuat tekstur kulit menjadi lebih halus. Namun, terkadang apabila mikrodermabrasi dilakukan pada jenis kulit nan gak cocok, justru dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kasar.

Mengangkat Flek Hitam, Komedo, Jerawat, dll
Mikrodermabrasi akan bekerja tuk mengangkat luka pada kulit wajah, termasuk flek hitam, komedo, jerawat dan lainnya.

Merangsang Pembentukkan Kolagen
Proses Mikrodermabrasi akan mendorong pembentukkan serat kolagen dan elastin nan manfaatnya supaya tesktur kulit lebih baik, serta kerutan dan garis-garis halus dapat berkurang dan menghilang.

Efek samping
Penting diingat bahwa pada prakteknya mikrodermabrasi dilakukan dengan metode pengelupasan, sehingga pontensi nan dapat terjadi dari melakukan mikrodermabrasi yaitu kulit menjadi berwarna agak kemerahan, serta kulit menjadi lebih sensitif.

Efek samping nan timbul ini masih dianggap dalam batas nan normal, hanya saja umumnya terapis akan memberikan saran supaya kamu menghindari dari sering terkena sinar matahari, segaknya 48 jam setelah melakukan terapi.

Dengan begitu, dalam periode 48 jam tersebut merupakan waktu tuk sel kulit baru tumbuh dengan cepat.

supaya semakin terlindungi proses pertumbuhan sel kulit baru tesebut, maka disarankan memakai SPF 30 setelah melakukan terapi. Selain itu, hindari memakai riasan selama enam jam setelah melakukan terapi.

Pada praktek mikrodermabrasi nan sudah pernah terjadi, mikrodermabrasi dapat menimbulkan masalah nan lumayan buruk pada beberapa jenis kulit. Dimana dampak atau efek nan parah yaitu timbulnya kemerahan, seringnya terjadi di bagian sekitar mata.

Bahkan pada beberapa kejadian, efek nan ditimbulkan dapat sampai berdarah. Oleh sebab itu, hendaknya gak memakai riasan apapun setelah melakukan mikrodermabrasi, hal ini supaya kulit dapat beradaptasi dengan baik.

Beberapa kondisi nan menyebabkan seseorang gak boleh melakukan mikrodermabrasi yaitu sedang mengalami luka terbuka, eksim, rosacea, dermatitis, dan berjerawat.

loading...

Kulit Ruam Kemerahan
Melakukan mikrodermabrasi dengan berupa pengelupasan kulit, sehingga reaksi nan timbul tentunya akan menyebabkan muncul kemerahan pada. Hal ini sebenarnya masih dalam batas normal, seperti halnya saat kulit paha ditampar keras maka akan menimbulkan bekas kemerahan.

Kulit Menjadi Lebih sensitif
Saat luka, kulit normal jaraknya berada 0,5 centimeter dari luka, sehingga saat bagian tersebut ditekan maka akan terasa sakit.

Hal ini berlaku pada mikrodermabrasi, dimana setelah melakukan terapi ini maka kulit menjadi lebih sensitif, baik ketika disentuh, terkena gesekan benda lain dan semacamnya. Termasuk kulit lebih sensitif ketika terkena sinar matahari langsung.

Resiko Terkena Infeksi Kulit
Pastikan dalam melakukan terapi ini kulit gak dalam kondisi terluka. Adanya luka sebelum melakukan mikrodermabrasi maka dapat menyebabkan resiko terjadinya infeksi baru dari luka tersebut.

Oleh sebab itu, hendaknya menunggu luka sembuh dahulu sebelum melakukan mikrodermabrasi.

Jangan Merias Wajah Segaknya Selama Dua Minggu
Selama dalam masa perawatan mikrodermabrasi ini, anda gak boleh merias wajah dalam bentuk apa saa. Baik itu BB cream, pelembab, bedak, dan lainnya.

Mengapa hal ini dilarang? sebab dapat menyebabkan terhambatnya proses perawatan, serta dapat menyebabkan terjadinya infeksi nan berasal dari penggunaan produk-produk kosmetik.

apabila pun kamu tepaksa mau merias wajah, maka diberikan jarak waktu setelah melakukan terapi, segaknya 6 jam setelah melakukan terapi.

Kulit Menjadi Kering
Sering melakukan mikrodermabrasi dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Walaupun memang manfaatnya mampu mengatasi kerutan, jerawat dan komedo, namun pemakai terapi ini harus “rela” apabila kadar kelembapan kulitnya menjadi cepat menurun. tuk mengatasi masalah tersebut maka pakailah produk pelembap.

Menghilangnya Stratum Korneum
Epidermis merupakan lapisan kulit terluar nan terdiri dari sel kulit mati di bagian teratas permukaan kulit. Lapisan kulit mati (stratum komeum) sebenanya berfungsi sebagai penghalang atau pelindung terhadap serangan nan berasal dari luar ke lapisan kulit dibagian bawahnya.

Sehingga Stratum Korneum befungsi tuk melindungi kulit dari serangan lingkungan luar. Ketika melakukan mikrodermabrasi maka lapisan ini akan dibuang, nan dampaknya kamu gak lagi mempunyai pelindung dari radiasi lingkungan di sekitar.

Hal inilah nan membuat orang-orang nan melakukan mikrodermabrasi perlu menghindari sedapat mungkin dari sering terkena sinar matahari langsung.

Ingat! Bahan terapi mikrodermabrasi gak semuanya dapat cocok bagi kulit. Dimana terdapat sebagian orang nan memiliki riwayat alergi dengan bahannya tersebut.

Sehingga supaya dapat mencegah terjadinya hal buruk, hendaknya mengetahui terlebih dahulu bahan nan digunakan tuk terapi dan efek sampingnya.

Dengan begitu kamu dapat menjadi lebih tahu ketika timbul dampak nan parah dan gak normal, tuk kemudian segera pergi ke dokter tuk mendapatkan penanganan nan tepat.


Lamanya Proses Mikrodermabrasi
Saat melakukan mikrodermabrasi, terapis akan berusaha tuk mengikis sel sel kulit mati. Umumnya memakai bahan mycro crystal alumunium tri oksida atau AI(OH)3.

Pada beberapa klinik maju akan melakukan terapi dengan mencampurkan beberapa bahan lainnya, sehingga dapat lebih merangsang.

Lamanya melakukan mikrodermaberasi, biasanya memerlukan waktu antara lima hingga tujuh hari. Lamanya terapi berdasarkan dari seberapa parah kondisi kulit wajah. Jenis kulit dan jaringan wajah juga menentukan lamanya proses terapi ini.

Adapun durasi terapi mikrodermabrasi, paling maksimal adalah 30 menit tuk satu kali terapi. Terapi kemungkinan akan dilakukan berulang kali.

Rekomendasi dari pihak klinik biasanya melakukan terapi sebanyak 4 sampai 6 kali, nan dilakukan setiap 2 minggu. nan setela itu, kemungkinan dilakukan penjadwalan lagi setelah 3 bulan kemudian.

Prosedurnya Mikrodrrmabrasi

Persiapan
Apabila kamu telah mantap mau melakukan terapi ini, maka sekitar 4-5 hari sebelumnya kamu perlu menghentikan pemakaian produk eksfoliasi, entah itu nan berbentuk scrub, masker, serum, retinol dan lainnya. Hal ini dilakukan supaya nantinya kulit kamu menjadi gak terlalu sensitif ketika terapi.

Bagi kamu nan telah melakukan peeling maka gak boleh melakukan mikrodermabrasi sebab akibatnya malah menghancurkan sel kulit sehat, sehingga menyebabkan kerusakan kulit.

Pasca Mikrodermabrasi
Kulit akan mengalami kemerahan selama 3 hari. Kemungkinan akan memunculkan rasa sedikit perih. Pada masa ini hindari dari terkena sinar matahari langsung.

Selama masa ini juga hindari memoleskan bahan-bahan kimia (make up) apapun kepada wajah, sebab kondisi kulit sedang sensitif.

Walaupun kondisi wajah kemerahan, namun kamu gak boleh menutupinya dengan banyak bahan concealer atau foundation.

Hal nan Penting Diketahui dalam Melakukan Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi gak tuk Kulit Remaja
Bagi mereka nan masih muda, atau mereka nan masih dalam tahap peremajaan diri, maka gak cocok tuk menjalani terapi ini. Dimana mikrodermabrasi hanya khusus bagi mereka nan berusia 30 tahun keatas.

gak Boleh tuk Penderita Penyakit Akut
Mikrodermabrasi biasanya dilakukan dengan bahan nan berisi kandungan zat kimia tinggi, sehingga gak cocok dilakukan pada mereka nan sedang mengalami penyakit serius, seperti penyakit tumor, keratosis, dan herpes.

Melakukan terapi ini pada penderita penyakit akut dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi penyakit.

gak tuk Wanita Hamil dan Menyusui
Masa kehamilan adalah hal nan sangat penting diperhatikan, sehingga hindari melakukan hal-hal nan dapat membahayakan kesehatan dari calon bayi.

Terapi mikrodermabrasi nan dilakukan dengan berbagai bahan kimia, maka lebih baik dihindari oleh ibu hamil sebab dapat beresiko tuk kesehatan janin. kamu dapat melakukan mikrodermabrasi setelah bayi sudah dalam masa penyapihan.

Setelah Terapi, Harus Memakai Tabir Surya
kamu gak dapat secara bebas keluar masuk rumah setelah melakukan terapi mikrodermabrasi. Dimana kamu sangat memerlukan pelindung wajah setelah melakukan terapi, seperti memakai tabir surya.

Hindari kulit terkena sinar matahari langsung, sebab dapat terjadi reaksi dari bahan kimia nan digunakan.

gak Boleh Berenang
Mikrodermabrasi bekerja tuk merangsang tumbuhnya sel kulit baru. Apabila melakukan renang maka dapat berpotensi merusak proses pertumbuhan sel kulit tersebut.

Sehingga usahakan tuk hindari nan namanya berenang, apalagi air nan ada di dalam kolam renang biasanya gak terlalu bersih. Selain itu pengguna kolam renang bukan hanya anda seorang, sehingga tuk menghindari hal nan gak diinginkan maka jangan berenang di air kolam dahulu.

Jangan Melakukan Chemical Peeling
Apabila melakukan mikrodermabrasi dan chemical peeling dalam masa nan bersamaan, dimana keduanya memakai bahan kimia, maka dikhwatirkan teradi reaksi kimia nan dapat berdampak buruk bagi kulit.

Harus Rajin dan Telaten
Dalam menjalani terapi ini kamu harus telaten, dimana kamu harus benar-benar memperhatikan kondisi wajah setiap waktu. Telaten-lah tuk membersihkan dan merawat wajah, serta gunakan tabir surya dan topi ketika pergi ke luar.

Estimasi Biaya Perawatan Microdermabrasi
Biaya terapi Mikrodermabrasi bervariasi pada setiap tempat, dimana hal ini sangat tergantung dari alat nan digunakan. Biayanya berkisar dari Rp.300.000 hingga Rp.700.000 per sesinya.

Dermabrasi dan Mikrodermabrasi, Mana nan Lebih Baik?
Dua metode medis tuk menghilangkan jerawat yaitu dermabrasi dan mikrodermabrasi. Metode dermabrasi dilakukan dengan mengikis hingga lapisan kulit terdalam. Metode ini cocok diterpakan pada bekas jerawat nan dalam.

Selain itu, Dermabrasi dapat bermanfaat tuk menghilangkan bekas bekas cacar sampai menghilangkan luka akibat kecelakaan.

Adapun metode Dermabrasi gak dapat digunakan tuk menghilangkan luka bakar, tahi lalat, tanda lahir, dan cacat kulit bawaan.

tuk perawatan dengan metode mikrodermabrasi dilakukan dengan cara mengikis lapisan kulit nan paling luar, sehingga melakukannya cocok tuk mengatasi segala permasalahan kulit nan ringan. dapat tuk mengatasi masalah stretch mark, bekas luka, bekas jerawat, dan keriput.

Perawatan ini juga dapat mencerahkan dan menghaluskan kulit. Mikrodermabrasi baik dilakukan pada orang-orang nan berusia 30-50 tahun.

Prosedur nan ada pada dermabrasi dan mikrodermabrasi sangat berbeda. Mulai dari alatnya sampai durasi waktunya.

Pada prosedur dermabrasi, kulit wajah akan dibersihkan lalu terapis akan memberikan bius lokal supaya kamu gak merasa sakit.

Kemudian terapis akan memakai sikat khusus berkecepatan tinggi (dermabrator). tuk durasinya dapat dalam hitungan menit hingga sejam. Jenis perawatan ini umumnya hanya memerlukan sekali tuk akhirnya benar-benar sembuh.

Pada metode mikrodermabrasi gak memakai obat bius. Alat khusus nan digunakan yaitu semprotan khusus nan di dalamnya berisi zat mikro kristal. tuk lamanya durasi perwatan adalah sekitar 20 menit.

Apabila dermabrasi biasanya hanya perlu dilakukan sekali, adapun mikrodermabrasi dilakukan beberapa kali, bahkan dapat sampai 24 kali. Hal ini tergantung seberapa parahnya kondisi kulit. Muka nan berwarna merah dan iritasi adalah efek sampingnya.

Adapun setelah melakukan peraatan dermabrasi maka efek sampingya berupa wajah membengkak dan memerah, nan rasanya seperti terbakar. Dalam 1 hingga 2 minggu wajah akan kembali normal sedia kala.

Setelah melakukan perawatan dermabrasi, kamu gak boleh meminum obat dengan kandungan aspirin dan ibuprofen selama seminggu setelah perawatan.

Sebenarnya kedua perawatan ini masing-masingnya memiliki manfaat utama. Sehingga pemilihan diantara keduanya adalah berdasarkan dari kondisi atau masalah nan sedang kamu hadapi.

kamu tinggal menentukan jenis perwatan apa nan cocok tuk kondisi atau masalah kamu.

0 Response to "Manfaat Mikrodermabrasi & Efek Sampingnya (Hal Lainnya nan Penting Diketahui)"

Posting Komentar